the narratives collected from ex-slaves provide invaluable insight into the brutality of the plantation system.
Narasi yang dikumpulkan dari mantan budak memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai kekejaman sistem perkebunan.
after the war, many ex-slaves desperately sought to reunite with family members sold away years prior.
Setelah perang, banyak mantan budak dengan segera berusaha untuk berkumpul kembali dengan anggota keluarga yang telah dijual beberapa tahun sebelumnya.
historians have analyzed the testimonies of ex-slaves to understand their resilience and strategies for survival.
Sejarawan telah menganalisis kesaksian mantan budak untuk memahami ketahanan dan strategi bertahan hidup mereka.
societies struggled to integrate millions of ex-slaves into the economy as free laborers.
Masyarakat berjuang untuk mengintegrasikan jutaan mantan budak ke dalam perekonomian sebagai pekerja bebas.
the legal status of ex-slaves remained ambiguous for years following the abolition decree.
Status hukum mantan budak tetap ambigu selama beberapa tahun setelah dekret pembatalan.
freedmen's bureau was established to assist ex-slaves in negotiating labor contracts with former masters.
Biro Freedmen didirikan untuk membantu mantan budak dalam negosiasi kontrak kerja dengan mantan tuan mereka.
many ex-slaves believed that owning land was essential to securing their true independence.
Banyak mantan budak percaya bahwa memiliki tanah adalah hal yang esensial untuk memastikan kemerdekaan mereka yang sebenarnya.
discrimination against ex-slaves persisted long after they were legally emancipated.
Diskriminasi terhadap mantan budak tetap berlangsung lama setelah mereka secara hukum dibebaskan.
oral histories recorded the experiences of ex-slaves during the reconstruction era.
Sejarah lisan mencatat pengalaman mantan budak selama era rekonstruksi.
community organizations founded by ex-slaves became vital centers for education and political activism.
Organisasi komunitas yang didirikan oleh mantan budak menjadi pusat penting untuk pendidikan dan aktivisme politik.
the memoirs of ex-slaves often detailed the harsh realities of daily life under oppression.
Memoar mantan budak sering kali menggambarkan secara rinci kenyataan keras kehidupan sehari-hari di bawah penindasan.
the narratives collected from ex-slaves provide invaluable insight into the brutality of the plantation system.
Narasi yang dikumpulkan dari mantan budak memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai kekejaman sistem perkebunan.
after the war, many ex-slaves desperately sought to reunite with family members sold away years prior.
Setelah perang, banyak mantan budak dengan segera berusaha untuk berkumpul kembali dengan anggota keluarga yang telah dijual beberapa tahun sebelumnya.
historians have analyzed the testimonies of ex-slaves to understand their resilience and strategies for survival.
Sejarawan telah menganalisis kesaksian mantan budak untuk memahami ketahanan dan strategi bertahan hidup mereka.
societies struggled to integrate millions of ex-slaves into the economy as free laborers.
Masyarakat berjuang untuk mengintegrasikan jutaan mantan budak ke dalam perekonomian sebagai pekerja bebas.
the legal status of ex-slaves remained ambiguous for years following the abolition decree.
Status hukum mantan budak tetap ambigu selama beberapa tahun setelah dekret pembatalan.
freedmen's bureau was established to assist ex-slaves in negotiating labor contracts with former masters.
Biro Freedmen didirikan untuk membantu mantan budak dalam negosiasi kontrak kerja dengan mantan tuan mereka.
many ex-slaves believed that owning land was essential to securing their true independence.
Banyak mantan budak percaya bahwa memiliki tanah adalah hal yang esensial untuk memastikan kemerdekaan mereka yang sebenarnya.
discrimination against ex-slaves persisted long after they were legally emancipated.
Diskriminasi terhadap mantan budak tetap berlangsung lama setelah mereka secara hukum dibebaskan.
oral histories recorded the experiences of ex-slaves during the reconstruction era.
Sejarah lisan mencatat pengalaman mantan budak selama era rekonstruksi.
community organizations founded by ex-slaves became vital centers for education and political activism.
Organisasi komunitas yang didirikan oleh mantan budak menjadi pusat penting untuk pendidikan dan aktivisme politik.
the memoirs of ex-slaves often detailed the harsh realities of daily life under oppression.
Memoar mantan budak sering kali menggambarkan secara rinci kenyataan keras kehidupan sehari-hari di bawah penindasan.
Jelajahi kosakata yang sering dicari
Ingin belajar kosakata dengan lebih efisien? Unduh aplikasi DictoGo dan nikmati fitur penghafalan dan peninjauan kosakata yang lebih banyak!
Unduh DictoGo Sekarang