severe preeclampsias often require hospitalization and intensive monitoring of both mother and fetus.
Preeklampsia berat sering kali memerlukan rawat inap dan pemantauan intensif terhadap ibu dan janin.
early-onset preeclampsias typically develop before 34 weeks of pregnancy and pose greater risks.
Preeklampsia awal biasanya berkembang sebelum 34 minggu kehamilan dan menimbulkan risiko yang lebih besar.
risk factors for preeclampsias include chronic hypertension, diabetes, and obesity.
Faktor risiko preeklampsia meliputi hipertensi kronis, diabetes, dan obesitas.
regular prenatal screening helps detect preeclampsias before serious complications arise.
Pemeriksaan kehamilan rutin membantu mendeteksi preeklampsia sebelum timbulnya komplikasi serius.
treatment options for preeclampsias depend on gestational age and severity of symptoms.
Pilihan pengobatan untuk preeklampsia bergantung pada usia kehamilan dan tingkat keparahan gejalanya.
women with a history of preeclampsias face increased cardiovascular risks later in life.
Wanita dengan riwayat preeklampsia menghadapi risiko kardiovaskular yang meningkat di masa depan.
preventing preeclampsias may involve low-dose aspirin therapy in high-risk patients.
Prevensi preeklampsia mungkin melibatkan terapi aspirin dosis rendah pada pasien berisiko tinggi.
preeclampsias remain a leading cause of maternal and perinatal mortality worldwide.
Preeklampsia tetap menjadi penyebab utama kematian ibu dan perinatal di seluruh dunia.
healthcare providers must carefully manage preeclampsias to balance maternal and fetal well-being.
Penyedia layanan kesehatan harus mengelola preeklampsia secara hati-hati untuk menyeimbangkan kesejahteraan ibu dan janin.
severe preeclampsias can progress rapidly to eclampsia, requiring emergency intervention.
Preeklampsia berat dapat berkembang dengan cepat menjadi eklampsia, yang memerlukan intervensi darurat.
diagnosing preeclampsias involves measuring blood pressure and protein levels in urine.
Mendiagnosis preeklampsia melibatkan pengukuran tekanan darah dan tingkat protein dalam urine.
research indicates that preeclampsias may have genetic components that warrant further study.
multiple pregnancies increase the likelihood of developing preeclampsias significantly.
severe preeclampsias often require hospitalization and intensive monitoring of both mother and fetus.
Preeklampsia berat sering kali memerlukan rawat inap dan pemantauan intensif terhadap ibu dan janin.
early-onset preeclampsias typically develop before 34 weeks of pregnancy and pose greater risks.
Preeklampsia awal biasanya berkembang sebelum 34 minggu kehamilan dan menimbulkan risiko yang lebih besar.
risk factors for preeclampsias include chronic hypertension, diabetes, and obesity.
Faktor risiko preeklampsia meliputi hipertensi kronis, diabetes, dan obesitas.
regular prenatal screening helps detect preeclampsias before serious complications arise.
Pemeriksaan kehamilan rutin membantu mendeteksi preeklampsia sebelum timbulnya komplikasi serius.
treatment options for preeclampsias depend on gestational age and severity of symptoms.
Pilihan pengobatan untuk preeklampsia bergantung pada usia kehamilan dan tingkat keparahan gejalanya.
women with a history of preeclampsias face increased cardiovascular risks later in life.
Wanita dengan riwayat preeklampsia menghadapi risiko kardiovaskular yang meningkat di masa depan.
preventing preeclampsias may involve low-dose aspirin therapy in high-risk patients.
Prevensi preeklampsia mungkin melibatkan terapi aspirin dosis rendah pada pasien berisiko tinggi.
preeclampsias remain a leading cause of maternal and perinatal mortality worldwide.
Preeklampsia tetap menjadi penyebab utama kematian ibu dan perinatal di seluruh dunia.
healthcare providers must carefully manage preeclampsias to balance maternal and fetal well-being.
Penyedia layanan kesehatan harus mengelola preeklampsia secara hati-hati untuk menyeimbangkan kesejahteraan ibu dan janin.
severe preeclampsias can progress rapidly to eclampsia, requiring emergency intervention.
Preeklampsia berat dapat berkembang dengan cepat menjadi eklampsia, yang memerlukan intervensi darurat.
diagnosing preeclampsias involves measuring blood pressure and protein levels in urine.
Mendiagnosis preeklampsia melibatkan pengukuran tekanan darah dan tingkat protein dalam urine.
research indicates that preeclampsias may have genetic components that warrant further study.
multiple pregnancies increase the likelihood of developing preeclampsias significantly.
Explore frequently searched vocabulary
Want to learn vocabulary more efficiently? Download the DictoGo app and enjoy more vocabulary memorization and review features!
Download DictoGo Now