rankle with resentment
merasa kesal karena kebencian
The insult rankled in his mind.
Penghinaan itu terus membekas di benaknya.
Lisa was rankled by his assertion.
Lisa merasa kesal dengan pernyataan-pernyataannya.
The noise that trunks and ambulances made in the street rankles me every day.
Kebisingan yang disebabkan oleh truk dan ambulans di jalanan terus menggangguku setiap hari.
Her harsh words rankled him for days.
Kata-kata kasarnya terus membuatnya kesal selama berhari-hari.
The unfair treatment still rankles with him.
Perlakuan tidak adil itu masih membuatnya kesal.
The criticism from his boss continues to rankle.
Kritik dari atasannya terus membuatnya kesal.
His careless remarks rankled his colleagues.
Komentarnya yang ceroboh membuat rekan-rekannya kesal.
The betrayal from his friend rankled deeply.
Pengkhianatan dari temannya membuatnya sangat kesal.
The loss of the championship still rankles in his mind.
Kehilangan kejuaraan itu masih terus membekas di benaknya.
The memory of the argument rankles between them.
Kenangan akan pertengkaran itu terus membekas di antara mereka.
The unresolved issue continues to rankle in their relationship.
Masalah yang belum terselesaikan terus membuat mereka kesal dalam hubungan mereka.
His condescending attitude rankles with his peers.
Sikap merendahkannya membuat rekan-rekannya kesal.
The lingering resentment rankles in their interactions.
Kebencian yang masih ada terus membuat mereka kesal dalam interaksi mereka.
rankle with resentment
merasa kesal karena kebencian
The insult rankled in his mind.
Penghinaan itu terus membekas di benaknya.
Lisa was rankled by his assertion.
Lisa merasa kesal dengan pernyataan-pernyataannya.
The noise that trunks and ambulances made in the street rankles me every day.
Kebisingan yang disebabkan oleh truk dan ambulans di jalanan terus menggangguku setiap hari.
Her harsh words rankled him for days.
Kata-kata kasarnya terus membuatnya kesal selama berhari-hari.
The unfair treatment still rankles with him.
Perlakuan tidak adil itu masih membuatnya kesal.
The criticism from his boss continues to rankle.
Kritik dari atasannya terus membuatnya kesal.
His careless remarks rankled his colleagues.
Komentarnya yang ceroboh membuat rekan-rekannya kesal.
The betrayal from his friend rankled deeply.
Pengkhianatan dari temannya membuatnya sangat kesal.
The loss of the championship still rankles in his mind.
Kehilangan kejuaraan itu masih terus membekas di benaknya.
The memory of the argument rankles between them.
Kenangan akan pertengkaran itu terus membekas di antara mereka.
The unresolved issue continues to rankle in their relationship.
Masalah yang belum terselesaikan terus membuat mereka kesal dalam hubungan mereka.
His condescending attitude rankles with his peers.
Sikap merendahkannya membuat rekan-rekannya kesal.
The lingering resentment rankles in their interactions.
Kebencian yang masih ada terus membuat mereka kesal dalam interaksi mereka.
Explore frequently searched vocabulary
Want to learn vocabulary more efficiently? Download the DictoGo app and enjoy more vocabulary memorization and review features!
Download DictoGo Now