The sightless beggar relied on his other senses to navigate the streets.
Pengemis tunanetra mengandalkan indera lainnya untuk menavigasi jalanan.
The sightless musician played the piano beautifully by listening to the notes.
Musisi tunanetra memainkan piano dengan indah dengan mendengarkan nada-nadanya.
The sightless dog was trained to respond to verbal commands.
Anjing tunanetra itu dilatih untuk merespons perintah verbal.
The sightless poet wrote moving verses about his experiences.
Penyair tunanetra menulis bait-bait yang mengharukan tentang pengalamannya.
The sightless girl had a talent for painting vibrant images with her hands.
Gadis tunanetra itu memiliki bakat melukis gambar-gambar yang cerah dengan tangannya.
The sightless man could identify people by their unique scents.
Pria tunanetra itu dapat mengidentifikasi orang-orang berdasarkan aroma unik mereka.
The sightless child learned to read Braille at a young age.
Anak tunanetra itu belajar membaca Braille pada usia muda.
The sightless bird navigated through the forest using its keen hearing.
Burung tunanetra itu menavigasi hutan menggunakan pendengaran tajamnya.
The sightless explorer relied on his guide dog to trek through the wilderness.
Penjelajah tunanetra itu mengandalkan anjing pemandunya untuk menjelajahi alam liar.
The sightless old man enjoyed feeling the warmth of the sun on his face.
Pria tua tunanetra itu menikmati merasakan kehangatan matahari di wajahnya.
Jelajahi kosakata yang sering dicari
Ingin belajar kosakata dengan lebih efisien? Unduh aplikasi DictoGo dan nikmati fitur penghafalan dan peninjauan kosakata yang lebih banyak!
Unduh DictoGo Sekarang