a face livid with shock.
wajah pucat karena kaget.
he was livid at being left out.
Dia sangat marah karena merasa dikecualikan.
They kept me waiting for half an hour—“annoyed” wasn’t the word for it,I was livid!
Mereka membuatku menunggu selama setengah jam—"kesal" bukanlah kata yang tepat, aku sangat marah!
She was livid with anger after finding out about the betrayal.
Dia sangat marah karena mengetahui pengkhianatan itu.
His livid face showed how upset he was about the situation.
Wajahnya yang merah menunjukkan betapa kecewanya dia dengan situasi tersebut.
The customer was livid about the poor service she received at the restaurant.
Pelanggan itu sangat marah atas pelayanan yang buruk yang dia terima di restoran.
I could see he was livid when he found out his car had been scratched.
Aku bisa melihat dia sangat marah ketika mengetahui mobilnya telah tergores.
She was livid with herself for making such a careless mistake.
Dia marah pada dirinya sendiri karena telah membuat kesalahan yang ceroboh seperti itu.
The livid scar on his arm told the story of a past injury.
Bekas luka merah di lengannya menceritakan kisah cedera di masa lalu.
His livid reaction to the news surprised everyone in the room.
Reaksinya yang marah terhadap berita itu mengejutkan semua orang di ruangan itu.
She was livid when she saw the mess her children had made in the living room.
Dia marah ketika melihat kekacauan yang dibuat anak-anaknya di ruang tamu.
The livid sky warned of an approaching storm.
Langit yang gelap dan kelabu memperingatkan akan datangnya badai.
He was livid with frustration after the computer crashed for the third time.
Dia sangat marah karena frustrasi setelah komputernya mogok untuk ketiga kalinya.
a face livid with shock.
wajah pucat karena kaget.
he was livid at being left out.
Dia sangat marah karena merasa dikecualikan.
They kept me waiting for half an hour—“annoyed” wasn’t the word for it,I was livid!
Mereka membuatku menunggu selama setengah jam—"kesal" bukanlah kata yang tepat, aku sangat marah!
She was livid with anger after finding out about the betrayal.
Dia sangat marah karena mengetahui pengkhianatan itu.
His livid face showed how upset he was about the situation.
Wajahnya yang merah menunjukkan betapa kecewanya dia dengan situasi tersebut.
The customer was livid about the poor service she received at the restaurant.
Pelanggan itu sangat marah atas pelayanan yang buruk yang dia terima di restoran.
I could see he was livid when he found out his car had been scratched.
Aku bisa melihat dia sangat marah ketika mengetahui mobilnya telah tergores.
She was livid with herself for making such a careless mistake.
Dia marah pada dirinya sendiri karena telah membuat kesalahan yang ceroboh seperti itu.
The livid scar on his arm told the story of a past injury.
Bekas luka merah di lengannya menceritakan kisah cedera di masa lalu.
His livid reaction to the news surprised everyone in the room.
Reaksinya yang marah terhadap berita itu mengejutkan semua orang di ruangan itu.
She was livid when she saw the mess her children had made in the living room.
Dia marah ketika melihat kekacauan yang dibuat anak-anaknya di ruang tamu.
The livid sky warned of an approaching storm.
Langit yang gelap dan kelabu memperingatkan akan datangnya badai.
He was livid with frustration after the computer crashed for the third time.
Dia sangat marah karena frustrasi setelah komputernya mogok untuk ketiga kalinya.
Jelajahi kosakata yang sering dicari
Ingin belajar kosakata dengan lebih efisien? Unduh aplikasi DictoGo dan nikmati fitur penghafalan dan peninjauan kosakata yang lebih banyak!
Unduh DictoGo Sekarang