a recluse who never appears in public
seorang pertapa yang tidak pernah muncul di depan umum
Just as kusa grass wrongly handled cuts the hand, even so, a recluse's life wrongly lived drags one to states of woe.
Sebagaimana rumput kusa yang ditangani secara keliru melukai tangan, demikian pula kehidupan seorang pertapa yang dijalani secara keliru menyeret seseorang ke dalam keadaan yang menderita.
The writer lived as a recluse in the countryside, away from the hustle and bustle of the city.
Penulis hidup sebagai pertapa di pedesaan, jauh dari hiruk pikuk kota.
The recluse rarely ventured out of his secluded cabin in the woods.
Pertapa jarang meninggalkan kabin terpencilnya di hutan.
She became a recluse after her traumatic experience, avoiding social interactions.
Dia menjadi pertapa setelah pengalamannya yang traumatis, menghindari interaksi sosial.
Despite being a recluse, he found solace in spending time with his books and thoughts.
Meskipun menjadi seorang pertapa, dia menemukan kedamaian dalam menghabiskan waktu bersama buku-bukunya dan pikirannya.
The recluse had a small garden where he grew his own vegetables and herbs.
Pertapa memiliki kebun kecil di mana dia menanam sayuran dan herba sendiri.
Living as a recluse allowed her to focus on her passion for painting without distractions.
Hidup sebagai pertapa memungkinkannya untuk fokus pada hasratnya untuk melukis tanpa gangguan.
The recluse preferred the company of animals over people, finding peace in their presence.
Pertapa lebih menyukai teman hewan daripada orang, menemukan kedamaian di hadapan mereka.
The recluse emerged from seclusion only when absolutely necessary, preferring solitude.
Pertapa muncul dari pengasingan hanya jika benar-benar diperlukan, lebih memilih kesendirian.
a recluse who never appears in public
seorang pertapa yang tidak pernah muncul di depan umum
Just as kusa grass wrongly handled cuts the hand, even so, a recluse's life wrongly lived drags one to states of woe.
Sebagaimana rumput kusa yang ditangani secara keliru melukai tangan, demikian pula kehidupan seorang pertapa yang dijalani secara keliru menyeret seseorang ke dalam keadaan yang menderita.
The writer lived as a recluse in the countryside, away from the hustle and bustle of the city.
Penulis hidup sebagai pertapa di pedesaan, jauh dari hiruk pikuk kota.
The recluse rarely ventured out of his secluded cabin in the woods.
Pertapa jarang meninggalkan kabin terpencilnya di hutan.
She became a recluse after her traumatic experience, avoiding social interactions.
Dia menjadi pertapa setelah pengalamannya yang traumatis, menghindari interaksi sosial.
Despite being a recluse, he found solace in spending time with his books and thoughts.
Meskipun menjadi seorang pertapa, dia menemukan kedamaian dalam menghabiskan waktu bersama buku-bukunya dan pikirannya.
The recluse had a small garden where he grew his own vegetables and herbs.
Pertapa memiliki kebun kecil di mana dia menanam sayuran dan herba sendiri.
Living as a recluse allowed her to focus on her passion for painting without distractions.
Hidup sebagai pertapa memungkinkannya untuk fokus pada hasratnya untuk melukis tanpa gangguan.
The recluse preferred the company of animals over people, finding peace in their presence.
Pertapa lebih menyukai teman hewan daripada orang, menemukan kedamaian di hadapan mereka.
The recluse emerged from seclusion only when absolutely necessary, preferring solitude.
Pertapa muncul dari pengasingan hanya jika benar-benar diperlukan, lebih memilih kesendirian.
Jelajahi kosakata yang sering dicari
Ingin belajar kosakata dengan lebih efisien? Unduh aplikasi DictoGo dan nikmati fitur penghafalan dan peninjauan kosakata yang lebih banyak!
Unduh DictoGo Sekarang